Latest Post

UHC : Mewujudkan Cita-cita Global dari Kab. Muara Enim

Written By admin on Selasa, 15 Januari 2019 | 08.40


Program Berobat Mudah dan Gratis Kabupaten Muara Enim dengan menggandeng BPJS Kesehatan sudah 15 hari berjalan, salah satu Program Prioritas bupati dan wakil bupati Muara Enim periode 2018 – 2023 bapak Ir. H. Ahmad Yani, MM dan H. Juarsah, SH. manfaatnya sudah terasa oleh sebagian besar masyarakat, terbukti meningkatnya jumlah kunjungan di Puskesmas dalam dua minggu terakhir.

Per 1 Januari 2019 Pemerintah Kabupaten Muara Enim sudah mendaftarkan sebanyak 147.000 jiwa penduduk Kab. Muara Enim yang belum terdaftar di BPJS Kesehatan selama ini untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan hak perawatan di kelas III. Dalam Perjanjian Kerjasama antara Pemkab. Muara Enim dengan BPJS Kesehatan disebutkan bahwa mekanisme pendaftaran peserta tidak menggunakan mekanisme cut off sehingga mulai 1 Januari 2019 tersebut kepesertaan sudah langsung aktif, dan bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan bisa langsung datang ke Puskesmas dengan menunjukkan KTP atau KK Kab. Muara Enim untuk sementara waktu sambil menunggu distribusi kartu yang masih dalam proses pencetakan oleh BPJS Kesehatan.

Dengan menggandeng BPJS Kesehatan, Program Berobat Mudah dan Gratis Kabupaten Muara Enim langsung terintegrasi dalam program JKN KIS, didaftarkannya 147.000 jiwa maka cakupan peserta JKN KIS Kabupaten Muara Enim menjadi 551.215 jiwa atau 95,88% dari 574.884 jiwa total jumlah penduduk. Dengan cakupan peserta sudah di atas 95% maka Kabupaten Muara Enim sudah terwujud Cakupan Kesehatan Semesta atau lebih dikenal dengan Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2019.

Atas capaian inilah, Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.kes Direktur Utama BPJS Kesehatan memberikan langsung penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang diterima oleh Bapak Ir. H. Hasanuddin, Msc (Sekda Kab. Muara Enim) di Palembang bertempat Kantor BPJS Kesehatan Kedeputian wilayah Sumsel, Kepulauan Bangka Belitung dan Bengkulu pada hari Jumat 11 Januari yang lalu.

Universal Health Coverage (UHC) sebenarnya bukanlah sebuah konsep yang baru. Dalam Konstitusi WHO tahun 1948, sudah dinyatakan bahwa kesehatan adalah hak asasi manusia yang mendasar. Untuk dapat menjamin hak dasar manusia tersebut, maka melalui Sidang Umum PBB tanggal 25 September 2015 di New York, secara resmi mengesahkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2015–2030 sebagai kesepakatan pembangunan global.  Sekurangnya 193 kepala negara hadir, termasuk Indonesia.  SDGs berisi 17 tujuan dan 169 sasaran pembangunan yang diharapkan dapat menjawab ketertinggalan pembangunan negara–negara di seluruh dunia, baik di negara maju dan negara berkembang.

Dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sektor kesehatan terdapat 4 Goals,19 Target dan 31 Indikator. Keempat goals tersebut berada pada posisi goals 2, 3, 5 dan 6. Di dalam SDGs 3.8 menetapkan target untuk “Mencapai universal health coverage, termasuk perlindungan risiko keuangan, akses kepada pelayanan kesehatan dasar berkualitas dan akses kepada obat-obatan dan vaksin dasar yang aman, efektif, dan berkualitas bagi semua orang”. Karena itu, UHC didukung oleh tiga gagasan utama : kesetaraan, kualitas, dan keterjangkauan.

Dalam rangka memacu pencapaian UHC secara global, maka sejak 2017,PBB telah menetapkan tanggal 12 Desember sebagai : Hari Cakupan Kesehatan Universal Internasional - hari bagi gerakan global yang mendukung UHC untuk meningkatkan kesadaran dan memanggil para pemimpin politik memberikan akses kepelayanan kesehatan untuksemua.

Keberhasilan Kabupaten Muara Enim mewujudkan UHC pada awal tahun 2019 tentunya tidak terlepas dari kesadaran dan kemauan yang kuat dari Bapak Ir. H. Ahmad Yani, MM dan H. Juarsah, SH serta dukungan legislatif yang ingin membantu masyarakat merespon ketidakadilan kesehatan dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menguranginya. UHC tidak hanya meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat membahas penyebab sosial ekonomi kesehatan yang buruk dan ketidakadilan. UHC dapat menangani isu-isu diluar pembiayaan pelayanan kesehatan dalam sistem kesehatan dengan menggunakan koordinasi yang efektif dengan lintas sektor lainnya untuk pencegahan dan promosi sebagai bagian dari intervensi terbaik.

Dalam Program Kerja Umum WHO tahun 2019 - 2023 juga telah menetapkan sasaran ambisius 1 miliar lebih orang yang mendapat manfaat dari UHC pada tahun 2023, dan tahun 2019 telah mengisyaratkan, bahwa UHC sebagai cita-cita global bukan hanya harapan idealis dari negara-negara di dunia, sebaliknya itu adalah tujuan yang sangat realistis dan telah dapat dicapai oleh Kabupaten Kita. (YOES)


Postingan ini juga dimuat di www.dinkes.muaraenimkab.go.id

WARGA MUARA ENIM SAKIT? AYOK BEROBAT

Written By admin on Sabtu, 05 Januari 2019 | 05.58




“Seluruh penduduk Kab. Muara Enim yang mempunyai NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan belum terdaftar di BPJS Kesehatan per tanggal 1 Januari 2019 telah didaftarkan oleh Pemerintah Kab. Muara Enim sebagai Peserta BPJS Kesehatan dengan hak perawatan di kelas III”. 
Begitu bunyi salah satu pesan dari surat edaran Kepala Dinas Kesehatan Kab. Muara Enim di penghujung tahun 2018 (31 Desember 2018) untuk seluruh Kepala UPTD Puskesmas dalam jajarannya tentang mulainya Pelaksanaan Program Berobat Mudah dan Gratis Kab. Muara Enim Tahun 2019.

Program ini salah satu Prioritas Pemerintah Kabupaten Muara Enim dibawah kepemimpinan Bapak Ir. H Ahmad Yani, MM dan H. Juarsah, SH,  Bupati dan wakil bupati terpilih periode 2018 – 2023 mendatang. Setelah pelantikan tanggal 18 September 2018 lalu, beliau sudah langsung bekerja merealisasikan program MERAKYAT untuk membangun Muara Enim lima tahun kedepan. Dengan membidani lahirnya APBD Kab. Muara Enim TA 2019 beliau pastikan bahwa semua program yang menjadi janji politik untuk menciptakan “Muara Enim Untuk Rakyat yang Agamis, Berdaya Saing, Mandiri, Sehat dan Sejahtera” sudah terakomodir Program, Kegiatan serta Pembiayaannya dalam APBD TA 2019, salah satunya Program Berobat Mudah dan Gratis bagi seluruh penduduk.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim Ibu Vivi Mariani, Ssi, M.Bmd, Apt, bahwa dalam APBD Kab. Muara Enim TA. 2019 sudah teralokasi anggaran untuk membayar iuran BPJS Kesehatan bagi 147.000 warga masyarakat yang memiliki NIK Muara Enim namun belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, angka ini didapat setelah dilakukan perhitungan dengan membandingkan data penduduk yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan saat ini (sumber BPJS Kesehatan) dengan data jumlah penduduk menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Muara Enim, dan jika dalam perjalanannya nanti masih ada penduduk yang perlu ditambahkan menjadi peserta BPJS, maka akan dilakukan penambahan anggaran melalui APBD Perubahan TA 2019.

Sudah 6 hari berlalu dari 1 Januari 2019, dari pemantauan yang dilakukan tidak ada kendala pelayanan terkait hal ini di Puskesmas maupun Rumah Sakit, terang kepala Dinas Kesehatan dan dipastikan semua penduduk bisa mengakses layanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit secara gratis, cukup memperlihatkan KTP/KK sebagai identitas untuk dicatatkan didalam aplikasi PCare yang ada di Puskesmas dan Rumah Sakit selama proses pencetakan kartu peserta oleh BPJS Kesehatan selesai.

Lebih lanjut Ibu Vivi Mariani, Ssi, M.Bmd, Apt menjelaskan Konsep Program Berobat Mudah dan Gratis ini adalah memberikan akses bagi seluruh penduduk untuk mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terkendala biaya ketika jatuh sakit, baik untuk layanan kesehatan dasar di Puskesmas maupun layanan kesehatan tingkat lanjut di Rumah Sakit dengan hak perawatan di kelas III, bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Tentunya Dengan menggandeng BPJS Kesehatan sebagai lembaga yang mengelola Jaminan Kesehatan Nasional maka dipastikan konsep Bapak Bupati untuk memberikan akses layanan yang berkualitas kepada masyarakat sudah linear dengan sistem Jaminan kesehatan yang dilakukan BPJS Kesehatan, lembaga dibawah Presiden yang diberi tugas melaksanakan Jaminan Kesehatan Nasional.

Sesuai aturannya (diantaranya Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan), BPJS Kesehatan akan sangat ketat terhadap persyaratan fasilitas kesehatan yang akan bekerjasama untuk memberikan layanan kesehatan kepada peserta, begitu juga dengan fasilitas kesehatan yang sudah bekerjasama tetap dilakukan pengawasan oleh BPJS Kesehatan, itu semua dilakukan dalam rangka kendali mutu dan kendali biaya untuk meningkatkan efektifitas pelayanan yang dilakukan terhadap peserta.

Dengan penambahan peserta sebanyak 147.000 jiwa ini maka menurut data BPJS Kesehatan, lebih dari 95% penduduk Kab. Muara Enim sudah terdaftar dan memiliki Jaminan Kesehatan yang dilaksanakan oleh BPJS, ini artinya Cakupan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2019 yang menjadi Program Pemerintah Pusat sudah terwujud di Kabupaten Muara Enim dan akan terus diupayakan sampai mencapai 100%. Atas pencapaian ini direncanakan pada minggu ke 3 bulan ini Bapak Bupati bisa melakukan launching ceremony pencapaian Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Muara Enim berbarengan dengan festival durian dan pencanangan festival lainnya sepanjang tahun 2019 yang dipusatkan di objek wisata air terjun Bedegung.

Kita berharap semoga program pro rakyat ini dapat berjalan dengan baik dengan dukungan semua pihak, baik OPD terkait, Dunia Usaha dan stakeholder lainnya sehingga akan berdampak pada menurunnya angka kesakitan dan kematian, meningkatnya produktifitas, menurunnya angka kemiskinan untuk terwujudnya "Muara Enim untuk rakyat yang sehat dan sejahtera".


Selamat Tahun Baru 2019

Written By admin on Senin, 31 Desember 2018 | 07.29


SDGs

Written By admin on Rabu, 14 November 2018 | 21.56


Taqabbalallahu minna wa minkum

Written By admin on Rabu, 13 Juni 2018 | 03.45


Jadwal Piala Dunia 2018, Dan Keuntungan Pencinta Bola di Indonesia

Written By admin on Kamis, 15 Maret 2018 | 08.07

Pertandingan Piala Dunia 2018 terbilang ramah untuk pencinta sepak bola Indonesia. Jadwal pertandingan fase grup paling awal dilangsungkan pada pukul 19.00 WIB. Sebanyak 32 negara akan terlaga di Piala Dunia 2018 pada 14 Juni hingga 15 Juli 2018 di Rusia. Sebagai tuan rumah, Rusia akan mendapat kesempatan menjalani laga pembukaan Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskwa, 14 Juli 2018, lawan Arab Saudi. Tim-tim lain, yang terbagi ke dalam delapan grup, akan bertanding keesokan harinya hingga duel terakhir fase grup pada 28 Juni 2018.

Adapun babak 16 besar akan berlangsung mulai 30 Juni hingga final di Stadion Luzhniki pada 15 Juli 2018. Pertandingan Piala Dunia 2018 akan disiarkan langsung di Indonesia melalui Trans TV dan K-Vision.

 


SHU Tahun Buku 2017 KPN Kokesma Muara Enim

Written By admin on Kamis, 01 Februari 2018 | 21.17

ASSALAMUALAIKUM WWB,
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA..........


Alhamdulillah kita sudah memasuki tahun baru 2018, dan itu artinya tahun buku 2017 KPN Kokesma sudah harus dilaporkan kepada segenap anggota dalam bentuk rapat anggota tahunan yang insyaallah akan diselenggarakan pada hari Rabu, 7 Februari 2018 bertempat di gedung kesenian Putri Dayang Rindu Kota Muara Enim, undangan sudah dikirimkan kepada setiap instansi unit yaitu Dinkes, RS HM Rabain, 21 Puskesmas dan Dinas Perlindungan Anak dengan jumlah peserta yang wajib hadir proporsional dari setiap unitnya dan semoga acara tersebut nantinya dapat berjalan lancar.

Meskipun RAT belum dilaksanakan, pengurus mencoba menginformasikan sedikit mengenai simulasi pembagian SHU mengikuti pola sebelumnya, yaitu dari total SHU yang terkumpul selama tahun buku 2017 sebesar Rp. 625.486.809,- dimana 40% dari total dicadangkan untuk KPN Kokesma, maka total SHU yang dibagi kepada setiap anggota adalah 60% dari total SHU yaitu sebesar Rp. 375.296.809 dengan rincian lengkap klik disini !!

TAUTAN

Hosting Unlimited Indonesia
 
Web Terkait : Kementerian Kop dan UKM | Kementerian Kesehatan | Pemkab Muara Enim
Copyright © 2018. KPN KOKESMA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Yusrizal
Proudly powered by Blogger